Apakah Branding Itu?

Apakah Anda berniat memulai bisnis? Para pelaku bisnis tentu harus memahami apakah branding itu. Branding merupakan salah satu hal yang menjadi tolok ukur dari kesuksesan sebuah bisnis. Metode branding yang sukses akan meningkatkan kesadaran produk dan tentunya akan meningkatkan jumlah pembelian produk sebuah usaha.

Bagi yang sudah memahami dasar-dasar branding, mengetahui metode branding tepat untuk lini usaha Anda tentu bukan lagi hal yang sulit. Melalui artikel ini, saya ingin sedikit berbagi mengenai dasar-dasar branding, agar kita sama-sama  dapat mengembangkan usaha menjadi lebih sukses.

Definisi dan Jenis-Jenis Branding

Beberapa ahli memiliki definisi khusus mengenai branding. Menurut Kotler, branding merupakan proses untuk memberikan istilah, nama, simbol, atau campuran dari semuanya sebagai proses pengenalan barang dan jasa tertentu.

Sementara itu, Landa mengatakan bahwa branding punya kaitan khusus terhadap hal-hal yang tak terlihat. Misalnya seperti nama dari lini bisnis, citra, kesan, karakter bisnis, dan anggapan dari seorang pelanggan.

Saya merangkum beberapa jenis branding yang biasa dipakai oleh perusahaan:

1. Cultural branding

Cultural branding adalah cara bagi sebuah lini bisnis untuk memberikan identitas bagi sebuah negara atau komunitas dengan budaya tertentu. Contohnya, masyarakat Bali memiliki budaya ramah dan sopan, masyarakat Jepang pekerja keras, dan sebagainya.

2. Branding produk

Inilah branding yang paling dikenal oleh banyak orang. Branding produk merupakan proses pemberian citra dan kesan tertentu kepada pelanggan mengenai sebuah produk. Contohnya seperti produk minyak goreng rendah lemak. Perusahaan akan memberikan branding bahwa minyak goreng tersebut sehat, rendah kalori, dan juga bisa dipakai berkali-kali misalnya. Branding produk menggunakan nilai positif supaya pelanggan setia untuk membeli produk atau jasa yang bersangkutan.

3. Branding lokasi

Branding lokasi banyak dipakai oleh negara atau perusahaan tertentu yang menjual konsep wisata di suatu daerah. Contohnya seperti kampanye There’s Nothing Like Australia, Malaysia Truly Asia, atau Wonderful Indonesia. Kampanye-kampanye tersebut menjual berbagai nilai positif dan menakjubkan dari sebuah lokasi.

4. Personal branding

Hal yang bisa ditawarkan kepada pelanggan tidak hanya berbentuk benda mati, tetapi juga kepada seorang individu. Anda bisa memberikan kesan dan citra positif terhadap diri Anda atau orang lain. Proses personal branding ini bisa dilakukan dengan menggunakan media sosial atau melalui event-event tertentu.

Tujuan Proses Branding

Sepenting apa proses branding dalam sebuah bisnis? Mari kenali tujuan dari proses branding untuk memahaminya:

1. Untuk menciptakan kesadaran produk

Ketika saya mencari margarin, air mineral, tepung, atau bahkan les online, ada merek-merek tertentu yang muncul di benak saya. Mungkin saya berniat mencari merek lain, tetapi ketika saya mengingat merek tertentu terlebih dahulu, maka proses brand awareness itu berhasil kepada diri saya.

Jika pemikiran saya itu terjadi pada pelanggan yang Anda targetkan, maka tujuan branding produk atau jasa tersebut berhasil. Branding awalnya ditujukan untuk membangun kesadaran produk alias brand awareness, supaya saat orang-orang mengingat kebutuhan tertentu, mereka mengingat sebuah merek.

2. Untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya

Apabila kesadaran produk sudah tercipta, masyarakat akan memercayai produk-produk tertentu untuk memenuhi kebutuhan mereka. Saat akan melakukan pembelian daring atau online, misalnya, mereka akan mencari nama produk tertentu dan ini akan sangat meningkatkan penjualan produk yang bersangkutan.

3. Mempertahankan penjualan

Bayangkan jika Anda mengikuti sebuah bazaar dan menjual makanan yang disukai oleh pelanggan bazaar. Sudah bisa diperkirakan bahwa omzet Anda akan tinggi. Namun, percuma jika orang-orang tak mengenal merek Anda, karena di luar bazaar, mereka tak akan mencari Anda.

Proses branding adalah proses inisiasi terhadap produk atau jasa tertentu supaya pelanggan bisa tetap menikmati produk atau jasa Anda dalam segala kondisi. Di luar bazaar misalnya, mereka akan mencari produk dan jasa Anda dan menganggap bahwa ia akan selalu memenuhi kebutuhan mereka

Jadi, Apa Branding Itu?

Manusia kerap mengasosiasikan branding dengan hal-hal seperti nama bisnis, logo, konsep pemasaran, slogan, ambassador, hingga jingle. Padahal, hal-hal yang disebutkan di atas bukanlah branding, melainkan unsur-unsur dari branding itu sendiri.

Branding bukanlah sesuatu yang terlihat secara fisik. Ia merupakan sebuah citra. Ia adalah kesan yang tertinggal di hati masyarakat. Sebuah lini bisnis bisa saja memiliki branding khusus terhadap produk atau jasa yang ditawarkan, tetapi apa yang pelanggan rasakan bisa saja berbeda dengan apa yang diinginkan pengusaha. Jadi, objektif alias tujuan suatu proses branding bisa saja mencapai tujuan, bisa saja tidak. Di sanalah salah satu tolok ukur kesuksesan branding.

Untuk itu, proses branding harus dilakukan secara sistematis dan mencakup target pasar yang diinginkan. Dengan adanya pemasaran digital alias digital marketing, proses branding bisa lebih terukur karena Anda bisa langsung menargetkan kepada siapa proses ini ditujukan. Anda bahkan bisa melihat laporan tentang siapa saja yang mengunjungi dan tertarik dengan pemasaran Anda.

Bagaimana, sekarang sudah tahu, kan, apakah branding itu dan apa fungsinya untuk bisnis. Jika sudah, siap Anda untuk memulai proses branding yang sistematis?

Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=sO4te2QNsHY

More Articles

Memanfaatkan Masa pandemi untuk Perbaikan Kualitas Diri

Memanfaatkan Masa pandemi untuk Perbaikan Kualitas Diri

Dunia kini tengah terguncang. Sejumlah ahli bahkan memperkirakan masa pandemi Covid-19 masih dan kemungkinan akan terus berjalan hingga akhir tahun. Sejumlah sektor ikut tumbang lantaran tidak mampu bertahan di masa krisis ini. Tidak hanya perusahaan kecil, tetapi juga perusahaan besar. Tidak hanya kalangan bawah, tetapi juga kalangan atas ikut terkena imbas. Namun, apa saja yang ... Read moreRead more

Leave a Comment