8 Hal yang Saya Pelajari sebagai Business Owner di Kala Krisis Melanda

Ketika krisis COVID-19 mulai melanda di Indonesia, saya menyadari bahwa ini adalah pertanda buruk bagi banyak hal—termasuk bagi bisnis. Wabah ini merupakan sesuatu yang tak dapat diprediksi. Seorang business owner andal tentu sudah mempersiapkan banyak rencana cadangan, tetapi siapa yang mengira bahwa sebuah pandemi akan menciptakan pukulan telak bagi bisnis di tahun 2020?

Prediksi tahun 2019 terkait beberapa bisnis yang akan moncer di tahun tikus logam ini kini hanya menjadi angan-angan kosong belaka. Namun, selalu ada pelajaran yang bisa diambil dari setiap krisis. Sebagai pebisnis, pandemi ini memberikan saya beberapa pelajaran berharga yang dapat membantu saya untuk mempertahankan kelanggengan bisnis di masa mendatang. Hal-hal ini juga layak menjadi renungan bagi para business owner, apapun lini bisnis yang Anda jalankan.

1) Kebutuhan Manusia Sama, tetapi Perubahan akan Selalu Ada

Bisnis terkait kebutuhan primer selalu punya peminat, tetapi nyatanya, bisnis semacam ini juga terkena dampak wabah Corona. Restoran-restoran sepi hingga merumahkan pegawai-pegawainya. Dilansir dari CNBC, proyek properti pun banyak yang berjalan di tempat. Bisnis travel dan leisure juga parah terkena imbas. Occupancy rate turun, hingga nihil customer. Pekerja yang mengandalkan day-to-day income? Anda tahu jawabannya.

Perubahan, baik positif ataupun negatif, akan selalu ada. Meskipun barang yang kita jual adalah barang yang selalu dicari banyak orang, tetapi kita harus punya rencana untuk menghadapi perubahan. Rangkullah perubahan positif untuk menanggulangi perubahan negatif.

Misalnya, jika Anda adalah pemilik bisnis restoran, optimalkan layanan pesan antar. Jangan ragu untuk bekerja sama dengan transportasi online supaya bisnis Anda tetap hidup di masa pandemi dan masa-masa lain yang kurang bersahabat. Bulan ini, bisa jadi bisnis kita laris manis. Bulan depan, siapa yang tahu? Tren berubah, kondisi masyarakat berubah, dunia berubah.

2) Jangan Menutup Diri terhadap Berbagai Macam Kesempatan

Pernahkah Anda menonton film Happy Gilmore yang dibintangi oleh Adam Sandlers? Happy Gilmore digambarkan sebagai pemuda yang terobsesi untuk menjadi pemain hoki, tetapi selalu gagal meraih mimpinya sejak kecil dan malah terjebak di dalam dunia golf. Awalnya, Gilmore menolak tawaran takdir tersebut, tetapi perlahan ia menyadari bahwa keberuntungannya berada di dunia golf, bukannya hoki.

Meskipun tidak berhubungan dengan dunia bisnis, tetapi semangat dalam film tersebut cocok diterapkan oleh para pebisnis. Bisa jadi Anda ingin membuka bisnis kafe, tetapi bagaimana jika rezeki Anda ada di bisnis trading?

Idealisme memang harus dimiliki oleh business owner, tetapi ada satu hal yang juga harus Anda pelajari : critical thinking. Anda harus mampu mengurai masalah apa yang ingin Anda selesaikan dalam bisnis dan tujuan apa yang sebenarnya ingin Anda raih.

3) Terbuka terhadap Cara-Cara Baru

Beberapa pelaku bisnis cenderung fanatik terhadap ide atau konsep tertentu. Misalnya, Anda lebih suka mengikuti bazaar untuk mempromosikan produk daripada menggunakan pemasaran digital.

Sistem bazaar tidak selalu berjalan mulus, contohnya di musim wabah seperti saat ini. Untuk menanggulangi pemasaran yang mandek, Anda bisa mencoba sistem digital marketing alias pemasaran di dunia maya. Orang-orang memang tidak beraktivitas di luar rumah, tetapi mereka tetap menggunakan Internet.

4) Bersahabat dengan Teknologi Adalah Cara Terbaik

Harus diakui bahwa teknologi banyak menyelamatkan kita, terutama dalam kondisi social distancing semacam ini. Teknologi mendekatkan kita pada rekan-rekan yang jauh, mempermudah koordinasi pekerjaan, memberikan informasi, bahkan mempermudah mendapatkan barang-barang kebutuhan.

Pebisnis yang berpotensi sukses mampu memanfaatkan sisi baik teknologi, kemudian menerapkannya dalam bisnis mereka. Contohnya, mempermudah pelanggan untuk memesan produk via situs atau aplikasi messenger.

5) Meningkatkan Kualitas Diri Itu Penting

Warren Buffett, investor tersukses di Amerika Serikat, pernah mengatakan bahwa salah satu investasi terbaik adalah pada diri sendiri. Investasi terbaik pada diri Anda bisa dimulai dengan banyak-banyak belajar tentang hal baru, terutama yang memiliki kaitan dengan bisnis Anda.

Saya sendiri merekomendasikan Anda untuk mengambil banyak pelatihan daring alias online ketika harus work from home. Kegiatan ini, selain mengurangi rasa bosan di rumah, juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan berbisnis.

6) Kesulitan dan Kemudahan Dipengaruhi oleh Pola Pikir

Di musim wabah seperti saat ini, saya berusaha untuk menjaga pikiran dari hal-hal yang negatif (salah satunya dengan membatasi akses ke group WhatsApp). Kekuatan pikiran punya pengaruh besar terhadap kondisi Anda. Jika Anda berpikir bahwa tidak ada sedikit pun kesempatan bagi Anda untuk menghasilkan uang, Anda akan kesulitan mencari cara buat melakukannya. Anda sudah terjebak dalam pikiran negatif dan tidak mau berusaha keras.

Bagaimana jika Anda senantiasa optimistis? Semangat di dalam diri Anda akan tumbuh dan Anda akan selalu bisa menemukan cara untuk menjadi lebih baik daripada hari ini.

7) Menyiapkan Dana Cadangan Selalu Menjadi Pilihan Tepat

Ketika omzet meningkat, beberapa orang tidak menyadari bahwa hal tersebut bisa saja tidak berlangsung selamanya. Selama saya berbisnis, selalu ada hari yang cerah tetapi ada juga saatnya mendung. Kita harus selalu mempersiapkan diri pada hari-hari terburuk. Dalam bisnis, ada baiknya mempersiapkan dana cadangan jauh-jauh hari.

Dana cadangan bisa dipakai untuk menanggulangi kerugian, menggaji karyawan, atau bahkan membuat bisnis tidak pailit. Mempersiapkan diri tidak pernah membuat kita rugi.

8) Tidak Ada Tempat untuk Keraguan

Sebelum wabah Covid merebak, beberapa di antara kita sering merasa ragu untuk mengambil langkah bisnis tertentu. Manusia memang suka menunda, terutama jika tidak ada tekanan yang memaksa mereka untuk berubah. Namun, Covid datang dan ia seolah menjadi perundung yang membawa manusia ke titik terendah. Pada titik terendah ini, kita dipaksa untuk mengambil langkah terbaik agar tetap bertahan hidup.

Jika sebelumnya Anda merasa ragu untuk mengambil langkah efektif demi kemajuan bisnis, kini adalah saat yang tepat.

Menjadi business owner membutuhkan konsistensi dan kemauan untuk tidak berhenti belajar. Saya rasa, dalam krisis yang tidak terduga ini, Anda memiliki banyak waktu untuk memperbaiki diri dan mengambil setiap pelajaran bahkan dari hal-hal terburuk sekalipun.

More Articles

Bagaimana Meningkatkan Kualitas Komunikasi dengan Tim Remote?

komunikasi-dengan-tim-remote

Bekerja secara remote atau biasa dikenal work from home (WFH) merupakan istilah yang dipakai para pekerja yang menyelesaikan pekerjaan dari rumah atau secara jarak jauh, sehingga tidak harus pergi ke kantor. Istilah ini sudah sering digunakan untuk para pekerja lepas, baik yang bekerja untuk perusahaan lokal, nasional, atau bahkan mengerjakan proyek internasional. Di Indonesia, WFH ... Read moreRead more

Leave a Comment