Bekerja secara remote atau biasa dikenal work from home (WFH) merupakan istilah yang dipakai para pekerja yang menyelesaikan pekerjaan dari rumah atau secara jarak jauh, sehingga tidak harus pergi ke kantor. Istilah ini sudah sering digunakan untuk para pekerja lepas, baik yang bekerja untuk perusahaan lokal, nasional, atau bahkan mengerjakan proyek internasional.

Di Indonesia, WFH mulai bergaung semenjak insiden Covid-19 terjadi di bulan Maret lalu. Kini, lebih dari 50% perusahaan sudah meminta karyawannya untuk bekerja secara jarak jauh.

Namun, bagaimana cara mengatur kerja sama serta menjaga komunikasi dengan tim agar tetap lancar di masa bekerja secara remote ini?

1. Membangun leadership yang kuat

Poin ini ditujukan para pemimpin yang berada di posisi leader hingga manager. Kini, saatnya para ketua tim mendokumentasikan kebutuhan serta mendengarkan keluhan anggota tim saat menjalani kerja secara remote. Hasil tersebut dapat disampaikan di waktu rapat dengan para petinggi perusahaan. Tentunya, perlu dipilah lagi mana yang perlu disampaikan atau tidak. Dalam hal ini, kunci utamanya adalah saling terbuka satu sama lain.

2. Aktifkan chat group untuk memudahkan koordinasi

Dalam bekerja secara jarak jauh, yang diperlukan selanjutnya adalah komunikasi dengan tim yang lancar.  Caranya dengan memanfaatkan chat group dari aplikasi pesan yang banyak digunakan untuk mempermudah koordinasi. Contoh saja, Anda bisa menggunakan Telegram yang mampu menampung banyak anggota serta memiliki tingkat keamanan tinggi. Aplikasinya pun tidak terlalu memberatkan ponsel.

3. Kenali kepribadian anggota tim

komunikasi-dengan-tim-remote-3-1024x683

Setiap anggota tim memiliki kepribadian masing-masing, bahkan tidak sedikit yang berkebalikan dengan kepribadian Anda. Namun, sebagai seorang leader yang baik, Anda setidaknya harus mengenali kepribadian setiap anggota tim. Pahami mereka.

Jika memang mereka mengalami kesulitan dalam berkomunikasi melalui chatting ataupun video call, maka bicarakan terlebih dahulu padanya mengenai kebijakan kerja jarak jauh. Anda bisa mengajaknya untuk bertemu jika keadaan memungkinkan atau melakukan panggilan secara pribadi.

4. Tentukan tujuan yang harus dicapai bersama

Sebuah tim mengerjakan proyek bersama dengan satu tujuan. Maka, bila ada yang mengalami kesulitan di tengah proses kerja remote, ingatkan kembali akan tujuan yang harus dicapai bersama. Usahakan, tujuan tersebut sudah dikomunikasikan sejak dini, sebelum akhirnya kerja jarak jauh dijalankan.

5. Buat peraturan yang jelas selama bekerja secara jarak jauh

Agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan produktivitas tim meningkat meskipun semua anggota tim bekerja secara jarak jauh dan jarang bertemu, Anda harus sudah menentukan seperti apa peraturan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota tim.

Misalnya, rapat evaluasi diadakan setiap satu minggu sekali untuk melihat perkembangan anggota tim serta melihat hasil pekerjaan selama satu minggu ini. Gunakan aplikasi pihak ketiga untuk membantu memonitor jam kerja para anggota tim. Buat pula peraturan bila tiap anggota ingin izin tidak masuk, prosedurnya seperti apa.

Jika semua sudah jelas, anggota tim akan dengan mudah menjalani kerja remote. Produktivitas pun dapat tetap terjaga kualitasnya.

6. Tentukan satu waktu untuk berkumpul agar saling mengenal

Dalam satu tim, saling mengenal adalah hal yang wajib dan penting. Maka, Anda dapat mengatur sebuah pertemuan untuk semua anggota tim agar dapat berkumpul dalam satu waktu. Bila memang kondisi memungkinkan, berbincanglah bersama saat akhir pekan di sebuah kedai kopi. Sebisa mungkin, hindari membicarakan masalah pekerjaan, tetapi hal lain yang mungkin berhubungan dengan kemampuan mereka atau teknologi yang berhubungan dengan pekerjaan.

Namun, bila tidak memungkinkan, Anda bisa mengadakan video conference di luar jam kerja untuk semua anggota tim mengobrol satu sama lain. Obrolan bebas dan santai, tanpa ada menyinggung soal pekerjaan. Tujuannya agar semua anggota mengenal satu sama lain.

7. Berikan kepercayaan dan hormati ritme kerja anggota tim

komunikasi-dengan-tim-remote-1-1024x623

Percayalah pada anggota tim Anda. Hormati pula ritme kerja mereka. Pasalnya, tidak semua orang dapat bekerja di jam-jam kerja yaitu dari pukul 09.00 – 17.00. Ada tipikal orang yang baru bisa bekerja ketika malam hari atau bahkan saat dini hari.

Maka, hormati ritme kerja itu. Selama tugas mereka terselesaikan dan tidak ada task yang berantakan, maka biarkan saja. Namun, dengan catatan, ketika dibutuhkan mereka harus tetap ada untuk membantu.

Pasalnya, jika Anda terlalu memaksakan untuk semua anggota mengikuti ritme kerja Anda, maka bisa jadi pekerjaannya akan berantakan. Task tidak akan selesai, dan akhirnya pekerjaan tidak akan terselesaikan sesuai timeline.

Itulah langkah-langkah yang bisa Anda gunakan untuk menjaga komunikasi dengan tim tetap berjalan lancar sekalipun harus bekerja secara jarak jauh. Sebagai tambahan, Anda bisa memanfaatkan teknologi yang ada untuk menunjang pekerjaan. Paling tidak, tentukan satu atau dua aplikasi pihak ketiga yang benar-benar bisa membantu menjaga komunikasi tersebut dan meningkatkan produktivitas anggota tim.


Sudah 3 tahun saya menjalankan bisnis dan bekerja dengan tim secara remote. Banyak pengalaman yang didapatkan karena saya langsung terjun tanpa riset lebih mendalam terlebih dahulu. Prosedur yang saya jalankan terbentuk dari kesalahan yang diperbuat dalam waktu ini. Tools yang menunjang dan saya pakai sampai sekarang juga hasil trial dan error.

Jika Anda berminat untuk tau lebih jauh caranya membangun tim secara remote, bekerja dan berkomunikasi dengan baik, program apa yang harus dipakai dsb., jangan ragu untuk kontak saya di hello@trilastiko.com atau melalui WhatsApp di +62811326588

Sukses untuk kita semua.

Bekerja secara remote atau biasa dikenal work from home (WFH) merupakan istilah yang dipakai para pekerja yang menyelesaikan pekerjaan dari rumah atau secara jarak jauh, sehingga tidak harus pergi ke kantor. Istilah ini sudah sering digunakan untuk para pekerja lepas, baik yang bekerja untuk perusahaan lokal, nasional, atau bahkan mengerjakan proyek internasional.

Di Indonesia, WFH mulai bergaung semenjak insiden Covid-19 terjadi di bulan Maret lalu. Kini, lebih dari 50% perusahaan sudah meminta karyawannya untuk bekerja secara jarak jauh.

Namun, bagaimana cara mengatur kerja sama serta menjaga komunikasi dengan tim agar tetap lancar di masa bekerja secara remote ini?

1. Membangun leadership yang kuat

Poin ini ditujukan para pemimpin yang berada di posisi leader hingga manager. Kini, saatnya para ketua tim mendokumentasikan kebutuhan serta mendengarkan keluhan anggota tim saat menjalani kerja secara remote. Hasil tersebut dapat disampaikan di waktu rapat dengan para petinggi perusahaan. Tentunya, perlu dipilah lagi mana yang perlu disampaikan atau tidak. Dalam hal ini, kunci utamanya adalah saling terbuka satu sama lain.

2. Aktifkan chat group untuk memudahkan koordinasi

Dalam bekerja secara jarak jauh, yang diperlukan selanjutnya adalah komunikasi dengan tim yang lancar.  Caranya dengan memanfaatkan chat group dari aplikasi pesan yang banyak digunakan untuk mempermudah koordinasi. Contoh saja, Anda bisa menggunakan Telegram yang mampu menampung banyak anggota serta memiliki tingkat keamanan tinggi. Aplikasinya pun tidak terlalu memberatkan ponsel.

3. Kenali kepribadian anggota tim

komunikasi-dengan-tim-remote

Setiap anggota tim memiliki kepribadian masing-masing, bahkan tidak sedikit yang berkebalikan dengan kepribadian Anda. Namun, sebagai seorang leader yang baik, Anda setidaknya harus mengenali kepribadian setiap anggota tim. Pahami mereka.

Jika memang mereka mengalami kesulitan dalam berkomunikasi melalui chatting ataupun video call, maka bicarakan terlebih dahulu padanya mengenai kebijakan kerja jarak jauh. Anda bisa mengajaknya untuk bertemu jika keadaan memungkinkan atau melakukan panggilan secara pribadi.

4. Tentukan tujuan yang harus dicapai bersama

Sebuah tim mengerjakan proyek bersama dengan satu tujuan. Maka, bila ada yang mengalami kesulitan di tengah proses kerja remote, ingatkan kembali akan tujuan yang harus dicapai bersama. Usahakan, tujuan tersebut sudah dikomunikasikan sejak dini, sebelum akhirnya kerja jarak jauh dijalankan.

5. Buat peraturan yang jelas selama bekerja secara jarak jauh

Agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan produktivitas tim meningkat meskipun semua anggota tim bekerja secara jarak jauh dan jarang bertemu, Anda harus sudah menentukan seperti apa peraturan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota tim.

Misalnya, rapat evaluasi diadakan setiap satu minggu sekali untuk melihat perkembangan anggota tim serta melihat hasil pekerjaan selama satu minggu ini. Gunakan aplikasi pihak ketiga untuk membantu memonitor jam kerja para anggota tim. Buat pula peraturan bila tiap anggota ingin izin tidak masuk, prosedurnya seperti apa.

Jika semua sudah jelas, anggota tim akan dengan mudah menjalani kerja remote. Produktivitas pun dapat tetap terjaga kualitasnya.

6. Tentukan satu waktu untuk berkumpul agar saling mengenal

Dalam satu tim, saling mengenal adalah hal yang wajib dan penting. Maka, Anda dapat mengatur sebuah pertemuan untuk semua anggota tim agar dapat berkumpul dalam satu waktu. Bila memang kondisi memungkinkan, berbincanglah bersama saat akhir pekan di sebuah kedai kopi. Sebisa mungkin, hindari membicarakan masalah pekerjaan, tetapi hal lain yang mungkin berhubungan dengan kemampuan mereka atau teknologi yang berhubungan dengan pekerjaan.

Namun, bila tidak memungkinkan, Anda bisa mengadakan video conference di luar jam kerja untuk semua anggota tim mengobrol satu sama lain. Obrolan bebas dan santai, tanpa ada menyinggung soal pekerjaan. Tujuannya agar semua anggota mengenal satu sama lain.

7. Berikan kepercayaan dan hormati ritme kerja anggota tim

komunikasi-dengan-tim-remote

Percayalah pada anggota tim Anda. Hormati pula ritme kerja mereka. Pasalnya, tidak semua orang dapat bekerja di jam-jam kerja yaitu dari pukul 09.00 - 17.00. Ada tipikal orang yang baru bisa bekerja ketika malam hari atau bahkan saat dini hari.

Maka, hormati ritme kerja itu. Selama tugas mereka terselesaikan dan tidak ada task yang berantakan, maka biarkan saja. Namun, dengan catatan, ketika dibutuhkan mereka harus tetap ada untuk membantu.

Pasalnya, jika Anda terlalu memaksakan untuk semua anggota mengikuti ritme kerja Anda, maka bisa jadi pekerjaannya akan berantakan. Task tidak akan selesai, dan akhirnya pekerjaan tidak akan terselesaikan sesuai timeline.

Itulah langkah-langkah yang bisa Anda gunakan untuk menjaga komunikasi dengan tim tetap berjalan lancar sekalipun harus bekerja secara jarak jauh. Sebagai tambahan, Anda bisa memanfaatkan teknologi yang ada untuk menunjang pekerjaan. Paling tidak, tentukan satu atau dua aplikasi pihak ketiga yang benar-benar bisa membantu menjaga komunikasi tersebut dan meningkatkan produktivitas anggota tim.


Sudah 3 tahun saya menjalankan bisnis dan bekerja dengan tim secara remote. Banyak pengalaman yang didapatkan karena saya langsung terjun tanpa riset lebih mendalam terlebih dahulu. Prosedur yang saya jalankan terbentuk dari kesalahan yang diperbuat dalam waktu ini. Tools yang menunjang dan saya pakai sampai sekarang juga hasil trial dan error.

Jika Anda berminat untuk tau lebih jauh caranya membangun tim secara remote, bekerja dan berkomunikasi dengan baik, program apa yang harus dipakai dsb., jangan ragu untuk kontak saya di hello@trilastiko.com atau melalui WhatsApp di +62811326588

Sukses untuk kita semua.

Ketika krisis COVID-19 mulai melanda di Indonesia, saya menyadari bahwa ini adalah pertanda buruk bagi banyak hal—termasuk bagi bisnis. Wabah ini merupakan sesuatu yang tak dapat dikendalikan. Seorang business owner ulung tentu sudah mempersiapkan banyak rencana cadangan, tetapi siapa yang mengira bahwa sebuah pandemi akan menciptakan pukulan telak bagi bisnis di tahun 2020?

Prediksi tahun 2019 terkait beberapa bisnis yang akan moncer di tahun tikus logam ini kini hanya menjadi angan-angan kosong belaka. Namun, selalu ada pelajaran yang bisa diambil dari setiap krisis. Sebagai pebisnis, pandemi ini memberikan saya beberapa pelajaran berharga yang dapat membantu saya untuk mempertahankan kelanggengan bisnis di masa mendatang. Hal-hal ini juga layak menjadi renungan bagi para business owner, apapun lini bisnis yang Anda jalankan.

Kebutuhan Manusia Sama, tetapi Perubahan akan Selalu Ada

Bisnis terkait kebutuhan primer selalu punya peminat, tetapi nyatanya, bisnis semacam ini juga terkena dampak wabah Corona. Restoran-restoran sepi hingga merumahkan pegawai-pegawainya. Dilansir dari CNBC, proyek properti pun banyak yang berjalan di tempat.

Perubahan, baik positif ataupun negatif, akan selalu ada. Meskipun barang yang kita jual adalah barang yang selalu dicari banyak orang, tetapi kita harus punya rencana untuk menghadapi perubahan. Rangkullah perubahan positif untuk menanggulangi perubahan negatif.

Misalnya, jika Anda adalah pemilik bisnis restoran, optimalkan layanan pesan antar. Jangan ragu untuk bekerja sama dengan transportasi online supaya bisnis Anda tetap hidup di masa pandemi dan masa-masa lain yang kurang bersahabat. Bulan ini, bisa jadi bisnis kita laris manis. Bulan depan, siapa yang tahu? Tren berubah, kondisi masyarakat berubah, dunia berubah.

Jangan Menutup Diri terhadap Berbagai Macam Kesempatan

Pernahkah Anda menonton film Happy Gilmore yang dibintangi oleh Adam Sandlers? Happy Gilmore digambarkan sebagai pemuda yang terobsesi untuk menjadi pemain hoki, tetapi selalu gagal meraih mimpinya sejak kecil dan malah terjebak di dalam dunia golf. Awalnya, Gilmore menolak tawaran takdir tersebut, tetapi perlahan ia menyadari bahwa keberuntungannya berada di dunia golf, bukannya hoki.

Meskipun tidak berhubungan dengan dunia bisnis, tetapi semangat dalam film tersebut cocok diterapkan oleh para pebisnis. Bisa jadi Anda ingin membuka bisnis kafe, tetapi bagaimana jika rezeki Anda ada di bisnis warteg?

Idealisme memang harus dimiliki oleh business owner, tetapi ada satu hal yang juga harus Anda pelajari : critical thinking. Anda harus mampu mengurai masalah apa yang ingin Anda selesaikan dalam bisnis dan tujuan apa yang sebenarnya ingin Anda raih.

Terbuka terhadap Cara-Cara Baru

Beberapa pelaku bisnis cenderung fanatik terhadap ide atau konsep tertentu. Misalnya, Anda lebih suka mengikuti bazaar untuk mempromosikan produk daripada menggunakan pemasaran digital.

Sistem bazaar tidak selalu berjalan mulus, contohnya di musim wabah seperti saat ini. Untuk menanggulangi pemasaran yang mandek, Anda bisa mencoba sistem digital marketing alias pemasaran di dunia maya. Orang-orang memang tidak beraktivitas di luar rumah, tetapi mereka tetap menggunakan Internet.

Bersahabat dengan Teknologi Adalah Cara Terbaik

Harus diakui bahwa teknologi banyak menyelamatkan kita, terutama dalam kondisi social distancing semacam ini. Teknologi mendekatkan kita pada rekan-rekan yang jauh, mempermudah koordinasi pekerjaan, memberikan informasi, bahkan mempermudah mendapatkan barang-barang kebutuhan.

Pebisnis yang berpotensi sukses mampu memanfaatkan sisi baik teknologi, kemudian menerapkannya dalam bisnis mereka. Contohnya, mempermudah pelanggan untuk memesan produk via situs atau aplikasi messenger.

Meningkatkan Kualitas Diri Itu Penting

Warren Buffett, investor tersukses di Amerika Serikat, pernah mengatakan bahwa salah satu investasi terbaik adalah pada diri sendiri. Investasi terbaik pada diri Anda bisa dimulai dengan banyak-banyak belajar tentang hal baru, terutama yang memiliki kaitan dengan bisnis Anda.

Saya sendiri merekomendasikan Anda untuk mengambil banyak pelatihan daring alias online ketika harus work from home. Kegiatan ini, selain mengurangi rasa bosan di rumah, juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan berbisnis.

Kesulitan dan Kemudahan Dipengaruhi oleh Pola Pikir

Di musim wabah seperti saat ini, saya berusaha untuk menjaga pikiran dari hal-hal yang negatif. Kekuatan pikiran punya pengaruh besar terhadap kondisi Anda. Jika Anda berpikir bahwa tidak ada sedikit pun kesempatan bagi Anda untuk menghasilkan uang, Anda akan kesulitan mencari cara buat melakukannya. Anda sudah terjebak dalam pikiran negatif dan tidak mau berusaha keras.

Bagaimana jika Anda senantiasa optimistis? Semangat di dalam diri Anda akan tumbuh dan Anda akan selalu bisa menemukan cara untuk menjadi lebih baik daripada hari ini.

Menyiapkan Dana Cadangan Selalu Menjadi Pilihan Tepat

Ketika omzet meningkat, beberapa orang tidak menyadari bahwa hal tersebut bisa saja tidak berlangsung selamanya. Selama saya berbisnis, selalu ada hari yang cerah tetapi ada juga saatnya mendung. Kita harus selalu mempersiapkan diri pada hari-hari terburuk. Dalam bisnis, ada baiknya mempersiapkan dana cadangan jauh-jauh hari, terutama jika bisnis yang Anda jalankan berskala UMKM.

Dana cadangan bisa dipakai untuk menanggulangi kerugian, menggaji karyawan, atau bahkan membuat bisnis tidak pailit. Mempersiapkan diri tidak pernah membuat kita rugi.

Tidak Ada Tempat untuk Keraguan

Sebelum wabah Corona merebak, beberapa di antara kita sering merasa ragu untuk mengambil langkah bisnis tertentu. Manusia memang suka menunda, terutama jika tidak ada tekanan yang memaksa mereka untuk berubah. Namun, Corona datang dan ia seolah menjadi perundung yang membawa manusia ke titik terendah. Pada titik terendah ini, kita dipaksa untuk mengambil langkah terbaik agar tetap bertahan hidup.

Jika sebelumnya Anda merasa ragu untuk mengambil langkah efektif demi kemajuan bisnis, kini adalah saat yang tepat.

Menjadi business owner membutuhkan konsistensi dan kemauan untuk tidak berhenti belajar. Saya rasa, dalam krisis yang tidak terduga ini, Anda memiliki banyak waktu untuk memperbaiki diri dan mengambil setiap pelajaran bahkan dari hal-hal terburuk sekalipun.

Sumber:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200406082431-4-149915/proyek-properti-mulai-mandek-pengembang-mulai-berjatuhan
https://internasional.kontan.co.id/news/warren-buffett-berinvestasilah-pada-dirimu-sendiri?page=all

Quick Links

© 2021 Tri Lastiko. All rights reserved.
phone-handsetmap-marker