Menjadi Generalis atau Spesialis, Pilih yang Mana?

Menjadi generalis atau spesialis? Generalis merupakan seseorang yang bisa melakukan banyak hal. Sementara itu, spesialis hanya bisa melakukan satu hal, tetapi mendalam.

Kasus generalis ini serupa dengan istilah jack of all trades. Pernahkah Anda mendengar istilah ini? Jack of all trades merupakan sebutan bagi mereka yang mampu melakukan berbagai macam hal tetapi tidak menguasai satu pun.

Dilansir dari The Futur, godaan menjadi generalis begitu besar terutama dalam bidang kreatif. Para pekerja kreatif cenderung bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja, sehingga mereka memiliki dorongan buat mempelajari banyak hal. Namun, dorongan untuk menjadi generalis tidak hanya terjadi pada pekerja kreatif saja, di Indonesia, kebanyakan orang memang cenderung didesain menjadi generalis.

Dalam buku berjudul Why Asians are Less Creative than Westeners, Profesor Ng Aik Kwang, seorang pengajar di University of Queensland, menulis bahwa sistem pengajaran di Asia cenderung membentuk seorang anak menjadi jack of all trades, master of none.

Kita cenderung diajarkan banyak hal, tetapi tidak mendalaminya. Pada kasus sekolah pertama dan menengah misalnya, Anda diharuskan untuk bisa mendapatkan nilai sempurna di semua mata pelajaran atau Anda tidak akan lulus. Kurikulum juga hanya memberikan Anda pengetahuan terbatas mengenai berbagai macam hal.

Generalis atau Spesialis, Apa Keuntungan dan Kerugiannya?

Saya akan membahas lebih dalam mengenai generalis terlebih dahulu.

Anda tentu pernah punya teman yang bisa fotografi. Bisa menulis. Bisa menyunting video. Bahkan bisa coding. Kawan Anda ini akan dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Ia bahkan bisa mengambil berbagai pekerjaan lepas karena kemampuannya banyak.

Ia juga bisa membuka bisnis sendiri, karena ia mampu mengerjakan banyak hal. Seolah ia tak butuh rekan untuk melengkapinya lantaran ia serbabisa.

Namun, ada rintangan besar yang akan dihadapi oleh kawan Anda. Ia bisa membuka bisnis, tetapi sebanyak apapun kemampuannya, ia tetap butuh rekan karena sebanyak apapun kemampuan yang ia miliki, waktunya sangat terbatas.

Selain itu, para generalis hanya bisa mengerjakan proyek-proyek yang membutuhkan kemampuan entry level atau intermediate level. Ia tidak akan bisa mengerjakan proyek yang membutuhkan kemampuan expert. Padahal,  proyek besar dan berjangka panjang biasanya membutuhkan kemampuan expert.

Lalu bagaimana dengan spesialis?

Para spesialis akan dipekerjakan dalam proyek-proyek yang membutuhkan keahlian khusus. Mereka bisa mendapatkan banyak uang karena hal itu. Para spesialis juga berpotensi dikenal karena kemampuannya yang mendalam pada suatu bidang.

Namun, bukan berarti tidak ada sisi negatif dari menjadi spesialis. Para spesialis cenderung melewatkan kesempatan dari bidang lain. Padahal, bisa saja bidang yang ia geluti saat ini sudah tak dibutuhkan lagi atau banyak pesaingnya.

Apalagi, kini ada banyak pekerjaan manusia yang bisa digantikan oleh mesin. Kondisi ini menuntut manusia untuk bertahan hidup dengan memaksimalkan potensinya.

Menjadi Generalis Spesialis

Lantas, bagaimana cara untuk bisa bertahan di tengah kemajuan teknologi? Ada sebuah jalan tengah yang bisa kita ambil yakni menjadi generalis spesialis.

Seorang generalis spesialis memiliki keahlian khusus dalam satu bidang. Hanya saja, ia juga bisa melakukan hal-hal lain. Keahliannya dalam hal lain tentu tidak lebih besar daripada keahliannya di bidang khusus tersebut.

Dengan menjadi generalis spesialis, Anda bisa menguasai satu bidang dan dipercaya dalam proyek-proyek khusus, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk mengambil proyek-proyek lain yang diperuntukkan bagi pekerja entry atau intermediate level.

Apakah Anda ingin menjadi seorang generalis spesialis? Beberapa langkah ini bisa membantu Anda untuk mewujudkannya:

1. Pilih satu atau dua bidang yang Anda sukai

Mulailah dengan menjadi spesialis. Pelajari secara serius satu atau dua bidang yang memang Anda sukai. Kalau perlu, ambilah kursus atau sekolah resmi terkait hal tersebut. Tujuannya, supaya ada sertifikasi yang membuat Anda menjadi lebih dipercaya.

Selain itu, mulailah karier Anda dengan bekerja di bidang tersebut. Buatlah karya, perbanyak pengalaman, sehingga orang-orang pun akan bisa mengandalkan Anda di sana.

2. Mulai pelajari hal-hal lain yang menunjang

Menjadi generalis bukan berarti harus mempelajari semua hal. Pilih hal-hal yang memang sedang dibutuhkan atau relevan dengan spesialisasi Anda.

Contohnya, Anda adalah seorang penulis konten. Anda bisa belajar mengenai SEO, coding, digital marketing, bahkan fotografi. Namun, Anda tak perlu repot-repot belajar mengenai fashion design, kecuali Anda memang membutuhkannya untuk urusan pekerjaan atau Anda punya minat juga terhadap hal tersebut.

3. Atur waktu

Mempelajari hal-hal lain memang menguras waktu, tetapi selama Anda tahu cara mengatur waktu dan membuat prioritas, Anda tak akan pernah kewalahan saat belajar.

Anda bisa mulai mempelajari hal-hal baru secara daring alias online, di sela-sela pekerjaan atau aktivitas utama Anda. Sekarang, banyak hal bisa dipelajari secara daring. Kursus-kursus ini tidak hanya personal dan fleksibel lho, tetapi juga lebih murah.

Anda kini tidak perlu bingung memilih apakah Anda ingin menjadi generalis atau spesialis. Anda bisa menjadi generalis spesialis dengan mengutamakan satu keahlian dan tetap meluangkan waktu buat mempelajari hal lain.

Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=TmPHqX2P3vM
https://www.google.com/amp/s/theconversation.com/amp/menjadi-orang-generalis-spesialis-untuk-jawab-tantangan-ekonomi-digital-bagaimana-caranya-124697

More Articles

Memanfaatkan Masa pandemi untuk Perbaikan Kualitas Diri

Memanfaatkan Masa pandemi untuk Perbaikan Kualitas Diri

Dunia kini tengah terguncang. Sejumlah ahli bahkan memperkirakan masa pandemi Covid-19 masih dan kemungkinan akan terus berjalan hingga akhir tahun. Sejumlah sektor ikut tumbang lantaran tidak mampu bertahan di masa krisis ini. Tidak hanya perusahaan kecil, tetapi juga perusahaan besar. Tidak hanya kalangan bawah, tetapi juga kalangan atas ikut terkena imbas. Namun, apa saja yang ... Read moreRead more

Belajar Mendengarkan Adalah Pelayanan Tingkat Tertinggi

Belajar Mendengarkan Adalah Pelayanan Tingkat Tertinggi

Hampir setiap waktu kita berhadapan dengan orang, duduk berdua atau rombongan dalam satu tempat. Salah satu dari kita pasti ada yang tengah berbicara, mengeluarkan pendapat, argumen atau bahkan sekadar ingin menceritakan apa yang sudah dialami. Sementara yang lain akan diam mendengarkan. Apakah Kita Benar-Benar Mendengarkan? Seringkali hanya tubuh yang memperlihatkan seolah ‘mendengarkan’ padahal mata bergerak ... Read moreRead more

Leave a Comment