Mindset yang Harus Ditanamkan Jika Ingin Mendapatkan Lebih Banyak Uang

Siapa manusia di dunia ini yang ingin miskin dan hidup kekurangan? Tentu tidak ada yang mau. Andai bisa meminta sebelum dilahirkan, pasti semua akan meminta untuk jadi orang kaya, banyak uang, harta melimpah, dan bahagia. Tidak ada masalah apa pun dalam hidup.

Yah, sayangnya kita sebagai tokoh dalam kehidupan tidak bisa meminta itu kepada sang sutradara hidup ketika dilahirkan. Kita hanya bisa menerima takdir yang diberikan dan mengusahakan untuk bisa hidup lebih baik lagi. Salah satunya dengan memiliki lebih banyak uang.

Semua Bisa Jadi Kaya

Sebagian orang berpikir jika dirinya dilahirkan miskin, maka sampai kapan pun akan tetap sama, bahkan hingga ajal untuk menjemput. Padahal, Tuhan tidak akan mengubah kehidupannya menjadi lebih baik ketika dirinya pasrah dan enggan berusaha.

Tidakkah banyak pengusaha sukses yang lahir dari golongan bawah? Banyak contoh di negeri ini. Sebut saja Ibu Susi Pudjiastuti yang melakoni pekerjaan seorang pengepul di Pandanaran sejak remaja sebelum akhirnya sukses sebagai pebisnis dan diangkat menjadi menteri.

Begitu pun dengan Chairul Tanjung atau biasa disebut dengan CT. Dulunya dia hidup serba sulit dan harus berjuang untuk membantu biaya kuliah dengan berjualan buku, LKS, kaos, bahkan membuka kios fotokopi di depan kampus. Sebutan Si Anak Singkong atau Anak Kampung melekat pada dirinya. Tetapi dengan usaha keras ingin menaikkan taraf hidup, keduanya kini mampu menjadi orang sukses dan memiliki lebih banyak uang.

Nah, hal yang mendorong mereka untuk berubah adalah pola pikir akan uang serta keadaan yang dialami. Mereka berdua memiliki pemikiran untuk berkelimpahan atau berkecukupan harta terlebih dahulu sebelum melangkah. Abundance mindset namanya. Lawannya adalah scarcity mindset atau pola pemikiran serba kekurangan.

Lebih jelasnya mengenai dua pola pikir itu, mari simak ulasan saya.

Abundance Mindset Dan Cara Memperolehnya

lebih-banyak-uang-2

Abundance mindset atau pola pikir berkelimpahan. Artinya kita menganggap diri memiliki harta yang cukup sehingga dengan mudah membagikan kepada orang lain. Bersedekah mudah sekali dilakukan, sekalipun dalam keadaan sulit. Bahkan, di masa kekurangan pun, tangan selalu berusaha untuk berada di atas, tidak di bawah.

Mungkin kita akan berpikir bila hanya orang-orang berduit banyak yang bisa memiliki pola pikir itu. Lantaran mereka bisa dengan mudah menggelontorkan uang untuk membantu yang lain. Nyatanya itu salah.

Baik kaya atau miskin, siapa pun bisa memiliki abundance mindset ini. Pasalnya, ada orang kaya sejak lahir tetapi berpikiran sempit dan cenderung pelit, menganggap apa yang dimiliki adalah miliknya.

Ada pula orang miskin yang untuk makan sehari-hari saja susah sekali, tetapi dengan mudah mengulurkan tangan untuk membantu, meskipun hanya sedikit. Sebab, mereka percaya apa yang dikeluarkan untuk kebaikan, akan kembali dalam keadaan baik kepada mereka.

Dengan memiliki pola pikir berkelimpahan seperti itu, artinya kita akan selalu merasa cukup dengan apa yang kita miliki. Tidak mudah iri dan dengki melihat kesuksesan orang lain. Bila mereka bisa kaya dan sukses, maka aku pun bisa. Itulah mindset-nya.

Lantas, bagaimana melatih untuk bisa mempunyai abundance mindset ini?

Salah satunya dengan bersyukur. Mensyukuri apa yang diperoleh, kemudian membaginya kepada orang lain.

Scarcity Mindset yang Harus Dijauhi

Kebalikan dari abundance mindset adalah scarcity mindset. Artinya mempunyai pola pikir kekurangan. Apa yang sudah ada dalam genggaman, itu menjadi milik kita dan harus dijaga baik-baik, jangan sampai lepas. Mudahnya, ketika kita mendapatkan uang, kita menjaganya agar tidak keluar sepeser pun dari tabungan.

Uang masuk boleh-boleh saja, bahkan keharusan. Tetapi uang keluar, jangan. Pelit, itulah sebutannya.

Berbagi adalah hal yang langka bagi pemilik scarcity mindset. Bekerja keras dan menghasilkan lebih banyak uang adalah keharusan, hingga menghalalkan segala cara, tidak peduli cara baik atau buruk.

Pemilik pola pikir ini sering kali mudah berprasangka buruk terhadap keberhasilan orang lain. Bahkan tidak sedikit yang pesimis dengan kehidupan yang dijalani.

Ah, dia beruntung aja dapat posisi seperti sekarang.”

“Dia kan emang udah kaya dari sebelum lahir. Keluarganya juga kaya gitu, jadi wajarlah.”

“Aku nggak bisa seperti mereka.”

“Makan aja susah, gimana mau bantu?”

Itulah contoh ucapan yang akan kita dengar dari pemilik scarcity mindset. Kalimat-kalimat itu hanya akan membuat kita semakin terpuruk pada keadaan. Berjalan di tempat dan tidak akan bisa berkembang, seberapa keras pun bekerja. Untuk itu, sebaiknya hindari berpikiran kekurangan ini.

Tips Sukses Mendapat Lebih Banyak Uang

lebih-banyak-uang-3

Nah, untuk bisa lepas dari jerat kesusahan dan memiliki lebih banyak uang, coba beberapa tips ini.

  1. Jangan jadikan uang sebagai tujuan tapi anggaplah hanya sebagai alat untuk memperoleh tujuan yang ingin dicapai.
  2. Uang bukan penyebab masalah, tetapi pola pikir kita akan keberadaan uang yang bermasalah dan perlu diperbaiki.
  3. Agar menjadi kaya, tidak harus terlahir dari keluarga kaya atau mendapat pasangan kaya, tetapi dengan dimulai dengan mengubah pola pikir dan perilaku.

Kurang lebih itulah mindset yang harus kita miliki untuk bisa menghasilkan lebih banyak uang.

Saya bukan pakar keuangan atau seorang financial planner. Tetapi banting setir menjadi entrepreneur memaksa saya untuk bisa paham dan menerapkan ilmu-ilmu yang sudah ada. Saya menyadari bahwa semuanya kembali ke mindset dan bahwa uang adalah alat untuk mendapatkan lebih banyak uang lagi.

Jika ingin berdiskusi, silakan tinggalkan komen di postingan ini. Atau ada pertanyaan terkhusus bagaimana caranya mengelola finance dari agency yang Anda miliki, kirimkan email ke sini..

Selamat menerapkan mindset di atas ya!

Leave a Comment