Marketing yang Seperti Apa yang Akan Berjalan Pada Tahun 2020?

Di tengah pandemi yang masih berjalan dan menyerang hampir semua sektor perekonomian, pemasaran harus tetap berjalan untuk menjaga bisnis tetap tegak berdiri. Gunakanlah 7 tren marketing 2020 ini untuk membantu bisnis tetap bertahan di masa krisis seperti saat ini.

1. Google Ads Smart Bidding

Google Ads Smart Bidding merupakan alat pemasaran yang menggunakan strategi bidding dalam pemasangan iklan secara otomatis. Metodenya menggunakan machine learning yang bekerja untuk membaca data serta memaksimalkan nilai konversinya.

Google Ads Smart Bidding, dapat digunakan oleh semua perusahaan, baik besar maupun kecil dengan tujuan untuk:

  1. Membuat keputusan yang tepat dari data konsumen yang diperoleh.
  2. Menentukan tindakan yang sesuai dengan tingkatan level konsumen dan kampanyenya.
  3. Mengatur tawaran apa saja yang ingin diperlihatkan kepada konsumen.

2. Social media

Social media masih menjadi alat potensial untuk meningkatkan pemasaran Anda. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, ketika orang banyak beraktivitas di rumah dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berselancar di media sosial. Maka, gunakan ini untuk mengenalkan produk Anda kepada konsumen.

Ada beragam media sosial yang bisa digunakan, contoh saja Instagram yang semakin banyak penggunanya atau Facebook yang masih menjadi incaran orang-orang untuk berkomunikasi dan melakukan transaksi. Twitter pun bisa menjadi alternatif lainnya.

3. Shoppable post

Seakan mengerti kebutuhan pengguna, Instagram mengeluarkan fitur canggih yang dapat membantu Anda dalam memasarkan produk kepada konsumen yang tepat. Fitur tersebut adalah shoppable post yang mana para penjual dapat memasarkan dagangannya secara langsung melalui feed Instagram.

Calon pembeli pun bisa langsung melihat foto setiap produknya, harga, serta membeli secara langsung di laman situs brand tersebut. Cara ini cukup mempermudah alur transaksi yang rumit, sehingga dapat menaikkan penjualan.

4. Conversational marketing

Melalui riset yang dilakukan oleh business2community, sekitar 82% ingin mendapatkan respons yang langsung serta cepat dari para penjual atau pemilik brand. Maka, tidak heran bila banyak bermunculan aplikasi chat box yang mampu menjembatani penjual dengan pembeli dalam berkomunikasi. Melalui chat box, pembeli juga akan terpuaskan lantaran jawaban sesuai ekspektasi dan tidak ada aksi saling marah-marah antara penjual dengan pembeli.

Selain itu, conversational marketing dapat membantu penjual ataupun brand menyelesaikan masalah yang terjadi antara penjual dan transaksi yang dilakukan. Keluhan pembeli pun dapat tersampaikan dengan baik sehingga feedback yang diberikan akan bernilai baik. Pasalnya, feedback serta penilaian dari konsumen merupakan nilai utama untuk meningkatkan nilai jual suatu produk.

5. Augmented Reality (AR)

Augmented Reality (AR) merupakan proses memproyeksikan barang-barang dua atau tiga dimensi ke dalam media virtual. Dalam hal pemasaran untuk toko online, media tersebut adalah ponsel serta kameranya. Bila setiap melakukan pembelian secara online, Anda tidak bisa melihat bentuk asli barangnya atau bahkan mencoba secara langsung, maka melalui Augmented Reality ini, barang yang ingin dibeli dapat dicoba dengan mudah.

Saat ini, yang sudah mengimplementasikan Augmented Reality dalam pemasaran mereka adalah L’oreal yang bekerja sama dengan Shopee. Melalui aplikasi Shopee, Anda bisa mencoba lipstik keluaran L’oreal secara langsung dan memilih warna yang pas dengan bibir Anda.

Selain itu, Anda pun bisa mengembangkan aplikasi untuk memudahkan konsumen mencoba pakaian yang ingin dibeli agar sesuai dengan ukuran dan bentuk tubuh serta warna kulit. Pasalnya, selama ini banyak konsumen mengeluhkan bahwa pembelian produk pakaian kurang sesuai dengan yang diperlihatkan di gambar. Maka, dengan adanya Augmented Reality ini, permasalahan tersebut dapat terselesaikan. Konsumen pun puas lantaran mendapatkan baju yang diinginkan serta dapat berbelanja dari rumah.

6. Influencer Marketing

Influencer sendiri artinya adalah seseorang yang memiliki pengikut dalam jumlah besar serta mampu memberikan pengaruh terhadap pengikutnya maupun masyarakat. Contoh saja yang saat ini terkenal adalah selebgram, youtuber, public figure, maupun blogger. Sementara influencer marketing adalah metode pemasaran yang menggunakan jasa para influencer untuk mengenalkan produk Anda pada khalayak.

Dilihat dari perkembangan pengguna media sosial yang meningkat di tahun 2020 ini, influencer marketing dinilai cukup efektif, lantaran konsumen akan lebih mudah percaya apa yang dikatakan oleh influencer daripada iklan.

7. Content Marketing

Content marketing sudah ada sejak lama. Namun, mulai dikenal oleh masyarakat akhir-akhir ini. Pemasaran ini meliputi perencanaan, pembuatan, hingga pendistribusian konten ke media seperti blog, website, atau bahkan Youtube untuk mengenalkan suatu produk atau jasa tertentu dan menarik mereka untuk mengenal produk Anda.

Manfaatnya banyak, contohnya untuk menambah traffic di situs resmi Anda, menciptakan brand awareness di mata masyarakat, mengenalkan produk, menjangkau konsumen yang sesuai, serta meningkatkan hubungan antara penjual dengan pembeli.

Tujuh tren marketing 2020 tersebut dapat Anda coba mulai saat ini. Bila kesusahan, bisa memanfaatkan kelas-kelas online yang diadakan oleh para pakar dalam digital marketing. Konsultasikan dengan mereka, dapatkan hasilnya, dan rasakan manfaatnya untuk perkembangan bisnis Anda.

More Articles

Leave a Comment